Suatu hari, ada seorang pria berbaju kuning sedang menunggu di luar gedung PBB. Jam berdetak...
Berdetak....
Berdetak....
Berdetak....
Siapa yang dia tunggu?
Kemudian seorang pria botak, berpakaian rapi, dengan jenggot tebal menutupi setengan wajahnya, keluar dari gedung itu. "Apa yang kau punya?" tanya si pria botak menghampiri pria lain yang telah menunggunya. Pria berbaju kuning menunjukkan sebuah koper coklat yang dia bawa. Koper itu dibuka. Terlihat sebuah serbuk putih dalam plastik hitam. Si pria botak pun memberikan uang yang dia bawa dalam koper lain dan mengambil koper penuh serbuk putih itu. Terlihat dia mau pergi, dengan mobil WV menunggunya. "Bawakan aku satu lagi, dan akan kubayar sisanya nanti. Temui aku di London", kata si pria botak. "Kau punya waktu 2 minggu." Si pria berbaju kuning hanya mengangguk. Mobil itu pun pergi, pergi menuju bandara JFK.
Tanpa disadari, seseorang mendengar pembicaraan mereka.
Si pria berbaju kuning pergi ke sebuah stadium di New York. Sambil mendengarkan band yang sedang konser, dia menghitung uang yang dia dapat. 1, 2, 3, ... 100.000 dolar(!!) Meskipun dia sudah mendapatkan uang yang banyak, dia tetap ingin uang yang lebih banyak.
Baby's good to me
You know she's happy as can be
You know she said so
I'm in love with her and I feel fine.
"Berisik sekali! Bisakah gadis-gadis itu tidak berteriak begitu?" kata si pria berbaju kuning, merasa terganggu saat dia sedang berpikir. Memikirkan ... istrinya.
Saat dia sedang memikirkan untuk keluar dari pekerjaan haram yang dia lakukan (menjual narkoba!), tiba-tiba muncul seseorang dari belakangnya. Dia mengeluarkan pistol dari sakunya. Tiba-tiba, si pria berbaju kuning pun terjatuh. Kepala bersimbah darah dan terdapat lubang di kepalanya. Teriakan gadis-gadis yang suka The Beatles, yang sedang menyanyikan I Feel Fine, sangat keras, membuat orang-orang tak sadar, bahwa ada orang yang telah ditembak mati.
Tunggu dulu! Apa yang terjadi dengannya??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar